KM-Pajo, Setiap keluarga selalu mempunyai sampah dapur. Ada 2 macam sampah dapur
yaitu organik dan anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa diurai
mikroba, sedangkan sampah anorganik sulit atau tidak bisa diurai . Sebaiknya
kita menyediakan 2 tong sampah, satu untuk tempat sampah organik, satunya lagi
untuk sampah anorganik. Biasakan keluarga Anda termasuk buah hati Anda untuk
membuang sampah sesuai jenisnya.

Biasanya sampah anorganik yang sudah kita kumpulkan, bisa diberikan ke
pemulung untuk dijual kembali dan dijadikan produk daur ulang. Contoh sampah
ini antara lain: botol, bekas kemasan produk, plastik dan lain sebagainya. Jadi
pemulung tidak usah membongkar-bongkar lagi sampah di depan rumah kita yang
tentunya akan menimbulkan bau tidak sedap.
Sedangkan sampah organik bisa kita jadikan kompos yang dapat menyuburkan
tanaman buah atau tanaman hias yang kita tanam di pekarangan atau pot. Jenis
sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos antara lain: kulit buah, sisa
sayur basi yang sudah dicuci bersih (buang airnya), tulang ikan, tulang ayam,
kulit telur, sisa daun sayuran yang tidak dipakai, juga bisa ditambahkan daun
tanaman yang jatuh. Sedangkan sisa buah yang tidak dimakan karena busuk dan
berair seperti papaya, melon, dann jeruk tidak bisa dibuat kompos. Sampah yang
mengandung protein seperti santan, susu, dan udang juga tidak bisa diproses
menjadi kompos.
Untuk membuat kompos, pertama-tama siapkan tempat untuk membuat kompos atau
komposter. Komposter bisa dibuat dari tong bekas, ember besar, atau dibuat dari
semen. Jangan lupa, lubangi bagian bawah untuk aliran udara dan juga membuang
limbah cair. Lubangi juga di bagian samping tong beberapa lubang untuk
sirkulasi udara.
Bagian dasar tong atau komposter diberi tumbukan kasar batu bata, atau
stereofom yang dipotong dadu 2 x 2cm. Ini bertujuan untuk menghindarkan sampah
tidak menempel langsung ke dasar tong. Lalu alasi dengan kardus yang diberi
lubang kecil-kecil.
Masukkan kompos yang sudah jadi sebagai staternya kira-kira 1/3 dari volume
tong atau komposter. Setelah itu, sampah organik dapur bisa dimasukkan ke dalam
tong. Kalau ukuran sampah organik terlalu besar, potong kecil-kecil supaya
mudah terurai. Masukkan sampah organik setiap hari. Setiap kali kita memasukkan
sampah organik ke dalam tong, aduk rata supaya tercampur homogen.
Setelah komposter atau tong penuh, aduk rata dan diamkan selama seminggu.
Aduk lagi, diamkan selama seminggu lagi. Lakukan ini sampai sampah menjadi
kompos atau sekitar 1 bulan. Sekarang, kompos buatan sendiri bisa dipakai untuk
menyuburkan tanaman. Tidak sulit kan? Kita tidak bisa membayangkan, bagaimana
kalau semua keluarga Indonesia membuat kompos sendiri dari sampah dapur?
Tentunya selain mengurangi volume sampah yang dibuang, tanaman buah dan tanaman
hias kita bisa tambah subur. Selamat mengelola sampah dapur
dari berbagai sumber, by Mul....